Sun
Rss

Jumat, 23 Oktober 2015

Investasi di Reksa Dana Bagi Yang Belum Berpenghasilan



KOMPAS.com - Dengan syarat investasi yang semakin mudah dan terjangkau, kini semakin banyak orang yang bisa menjadi investor reksa dana. Tidak hanya untuk mereka yang sudah berpenghasilan, pelajar dan mahasiswa juga bisa menjadi investor. Bagaimana kiat investasi reksa dana untuk investor yang baru berstatus pelajar dan mahasiswa ini?
Dalam teori investasi, semakin cepat memulai akan semakin baik. Sebab nilai investasi akan memiliki waktu yang lebih panjang untuk berkembang sehingga berpotensi memberikan hasil pengembalian yang lebih tinggi dalam jangka panjang.
Warren Buffett, adalah salah satu orang terkaya di dunia yang kekayaannya diperoleh dari hasil investasi di pasar modal. Pada tahun 2015, menurut Forbes kekayaan pribadinya mencapai 62.7 Milliar USD atau sekitar Rp 840 Triliun dan berada di urutan kedua orang terkaya dunia. Beliau memulai investasi saham pertamanya pada usia 11 tahun dan masih merasa terlambat.

Secara administrasi, persyaratan untuk menjadi investor reksa dana adalah memiliki KTP. Dengan demikian, pelajar sekolah yang bisa menjadi investor reksa dana adalah pelajar SMA.

Bagi pelajar dengan SMP dan SD, untuk menjadi investor reksa dana masih dimungkinkan. Caranya adalah membuat rekening bersama atas nama orang tua dan anak. Baru ketika dewasa nanti, rekening tersebut diubah menjadi atas nama anak sendiri.
Pada dasarnya selain memenuhi persyaratan administrasi, bagi pelajar dan mahasiswa yang sudah memiliki kesadaran untuk berinvestasi juga harus siap dalam menghadapi risiko dan sehat secara keuangan.

Pemahaman terhadap risiko investasi dapat dipelajari, namun bagaimana dengan syarat sehat secara keuangan? Bagi pelajar dan mahasiswa, persyaratan sehat secara keuangan bisa disesuaikan. Sebab yang penting bukan berapa besar rasionya, tapi seperti apa cara berpikirnya.

Rasio Pendapatan Terhadap Pengeluaran
Karena tugas utamanya adalah menuntut ilmu, maka memang agak sulit untuk memiliki pekerjaan. Tapi bukan berarti mereka tidak punya penghasilan.
Penghasilan bisa berasal dari uang jajan dan uang pemberian orang tua. Bisa juga dari pendapatan tambahan jika mereka kerja sambilan. Selama ada pendapatan yang lebih besar dari pengeluaran, maka pelajar dan mahasiswa bisa menyisihkan sebagian kelebihan tersebut untuk berinvestasi.
Cara berpikir yang harus dibangun adalah bagaimana pendapatan yang ada bisa dihemat agar tidak dihabiskan semuanya. Pengeluaran harus bisa diseleksi, mana yang benar-benar butuh dan mana yang sifatnya hanya konsumtif saja.
Rasio Cicilan Produktif dan Konsumtif
Untuk pelajar dan mahasiswa, aset seperti komputer, gadget, dan kendaraan merupakan pemberian orang tua. Selain itu, mereka juga belum punya kartu kredit karena belum ada penghasilan kecuali diberikan orang tuanya. Jadi seharusnya mereka tidak memiliki pinjaman dan cicilan.
Dengan demikian, rasio ini bisa dikesampingkan. Namun untuk mereka yang sudah punya cicilan baik itu ke teman, orang tua, atau bahkan lembaga keuangan maka sebaiknya dilunasi dulu sebelum berinvestasi di reksa dana.
Rasio Nilai Pertanggungan Asuransi Jiwa
Rasio ini bisa dikesampingkan mengingat pelajar dan mahasiswa bukan merupakan tulang punggung keluarga. Namun menjaga kesehatan itu penting. Perbanyak olahraga, ikut kegiatan positif dan jauhi narkoba.
Rasio Dana Darurat
Meski bukan tulang punggung keluarga, punya dana darurat adalah lebih baik daripada tidak punya sama sekali. Namanya juga darurat, kadang-kadang ada saja situasi yang membutuhkan dana tidak sedikit dan sifatnya tidak terduga. Misalnya, studi wisata keluar kota, buku untuk tugas sekolah / universitas yang tidak murah, dan kebutuhan lainnya.
Besaran simpanan yang dijadikan dana darurat tidak penting. Tapi kebiasaan dan kesadaran untuk memiliki dana darurat itulah yang paling penting.
Intinya bagi pelajar dan mahasiswa, kesehatan secara keuangan bukan berapa rasionya tapi apakah punya kebiasaan keuangan yang baik atau tidak. Berhemat, menabung, berinvestasi sejak dini merupakan kebiasaan keuangan baik yang perlu ditumbuhkan.
Jenis Reksa Dana bagi pelajar dan mahasiswa
Setelah paham terhadap risiko serta kesehatan keuangan berada dalam kondisi baik maka tahap berikutnya adalah praktek menjadi investor reksa dana. Ada 2 pendekatan yang bisa digunakan.

Bagi pelajar dan mahasiswa yang masih dalam tahapan belajar, bisa membeli semua jenis reksa dana mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Modal yang dibutuhkan tidak banyak, cukup Rp 100.000 untuk masing-masing reksa dana.
Tujuannya adalah bisa mempelajari cara kerja dan perbedaan risiko dan potensi keuntungan dari masing-masing jenis reksa dana.
Bagi pelajar dan mahasiswa yang sudah paham dan memiliki tujuan keuangan, pilihan reksa dana dapat disesuaikan. Tujuan keuangan 1 tahun dengan reksa dana pasar uang, 1 – 3 tahun dengan reksa dana pendapatan tetap, 3 – 5 tahun dengan reksa dana campuran dan > 5 tahun dengan reksa dana saham.
Tujuan keuangan yang realistis bagi pelajar dan mahasiswa adalah sejumlah uang yang bisa digunakan sebagai modal usaha pada saat lulus nanti. Kalaupun nanti tidak menjadi pengusaha tapi berkarir sebagai profesional, dana tersebut tetap bisa digunakan untuk modal pengembangan diri.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/10/20/060700126/Kiat.Investasi.Reksa.Dana.untuk.Pelajar.dan.Mahasiswa

Komentar:

Saya sebagai Mahasiswi Akuntansi merasa sudah terlambat untuk memulai Investasi setelah membaca artikel bahwa Warren Buffet mulai berinvestasi sejak Umur 11 tahun dan etelah mengikuti Sekolah Pasar Modal. Tetapi tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang memberikan kita dampak positif di kemudian hari. Maka saya berencana untuk membuka rekening Sekuritas di salah satu Bank Konvensional ternama. Reksa Dana menjadi salah satu alternative mudah jika seseorang tidak mempunyai waktu tetapi mempunyai uang untuk berinvestasi.

0 komentar (comment):

Posting Komentar

Jaga lilin hoho :o